hiduplah 3 anak perempuan di masa itu, yang tinggal di sebuah kota asri. sebut saja nama mereka alana, silia, dan nalda. sore hari itu mereka berjalan beriringan seperti hari2 lainnya, tepat hari itu mereka menginjak usia 14 tahun. berbahagialah mereka dalam melangkah, hanya hari itu mereka dihadapkan pilihan yg sulit. mereka dihadapkan suatu pertigaan di ujung jalan, dengan 3 jalur yg berbeda.
langkah mereka pun terhenti, dengan wajah tanpa ragu, alana memilih ujung jalan pertama. silia dan nalda menatap alana dengan bingung, yakinkan alana akan jalan pilihannya? tersesat kah dia? alana dengan mantap meyakinkan kedua sahabatnya. silia dan nalda hanya mengangguk pasrah dan memeluk alana, setelah itu alana melangkahkan kaki dan melambaikan tangannya..
silia dan nalda masih termenung di ujung pertigaan tersebut. keduanya tiada mampu untuk melangkahkan kaki ke salah satu jalan. akhirnya mereka sepakat untuk tetap berjalan berdua. mereka memilih jalan ketiga. sambil bergandengan mereka melangkah..
alana yg berjalan sendiri merasa sangat bahagia. di sepanjang jalan ia melihat begitu banyak orang2 dr kota lain, orang2 yg sangat menyenangkan, dan ada pula orang2 yang keji. tetapi alana bahagia dan menikmati perjalanannya.. di 3/4 perjalanan ia bertemu seorang pria berambut keriting yg menolongnya saat ia terjatuh karena berlari. bersama kael, alana melanjutkan perjalanannya yang ternyata berujung di sebuah kota kecil. saat itu alana telah berumur 16 tahun, 2 tahun hidupnya di habiskan untuk berjalan sendiri dan berpetualang. ia pernah terjatuh, bangun, tertawa dan menangis.. sampai akhirnya ia selalu tersenyum di kota kecil itu. petualangannya telah usai, alana telah menemukan jalan yg benar bagi dirinya sendiri, tanpa menyesali susah payahnya menghabiskan 2 tahun untuk berkelana. namun di benaknya hanya ada dua nama, nalda dan silia.
silia dan nalda. berjalan berdua, tanpa arah yg jelas, terjebur kubangan air got berkali2. baju mereka lusuh, hitam, kotor. mereka lelah. mereka merasa salah memilih jalan, mereka jenuh. nalda tidak tahan lg akan perjalanan itu, ia pun bicara pada silia, bahwa ia akan berlari kembali ke pertigaan awal. silia hanya mengangguk menyetujui nalda, tetapi ia tidak berminat untuk kembali ke pertigaan itu lagi, ia memilih untuk mencoba di jalan itu. sebuah pelukan hangat silia berikan pada nalda, mereka pun berpisah.
nalda berlari, terus berlari, dan sampai di pertigaan. lalu ia memilih jalan ke tiga. ia melanjutkan perjalanan dengan adaptasi yg sangat cepat. ia tak peduli apa yg ada, ia terus berjalan ke depan, lurus terus tanpa melihat ke belakang.. 2 tahun berlalu, ia masih menegakkan kepalanya dengan hati risau. bagaimana silia?
silia bimbang dan hilang arah.. ia melangkah sendiri dan bertemu manusia2 aneh yg akhirnya ia jadikan teman. ia berpesta dan berpesta, ia bahagia di luar namun terpuruk jiwanya, kemana kah alana dan nalda.....? apakah silia harus berjalan kembali ke pertigaan itu? setelah 2 tahun perjalanannya, tak berujungkah? haruskah ia berlari seperti nalda? atau ia tetap berjalan menanggung pilihannya yg salah?
malam itu alana terjaga, ia mendadak ingin sekali kembali ke pertigaan yg dulu. bahkan ia ingin kembali ke kota asrinya.. ia bahagia disini, tapi ia ingin menengok kota asrinya di masa lampau. paginya ia bangun dengan semangat dan menuju ke kota asrinya. ia naik kendaraan yg sangat cepat pada masa itu, dalam 10 menit ia bisa tiba di tempat itu, ia menggunakan kendaraan pikirannya. sampai disana, ia menangis, kota asrinya tetap sama seperti dulu, tetapi tidak ada silia dan nalda.. pada saat yg sama, silia dan nalda, dr tempatnya masing2 sedang menuju ke kota asri mereka.
singkat cerita, dr 2 arah berbeda dan waktu yg bersamaan, silia dan nalda berlari meninggalkan jalan masing2 dan sampai di kota asri. melihat alana menangis di ujung pertigaan, mereka berlari semakin cepat dan lalu saling berpelukan.. dan bercerita ttg perjalanan masing2 selama 2 tahun terpisah sambil berjalan mencari pertigaan lainnya, bahkan perempatan.....
A Daughter's Pain
1 bulan yang lalu



2 komentar:
EH KOK BAGUS DI? siapa yg buat?
gue lah ran yg bikin! siapa lg! ini blog siapa coba!! maacih yaaa ; )
Posting Komentar